tangan-kasar-ibu.jpg

Seorang pemuda, setelah lulus dari kuliah dengan predikat sangat memuaskan, ingin mencari pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Pada tes pertama, dia berhasik lolos. Kemudian, dia menghadapdirektur perusahaan untuk tes terakhir dan akan di tentukan apakah dia di terima atau tidak.

Kalau di lihat dari riwayat pendidikan pemuda itu termasuk orang yang pandai dan cerdik. Sejak di sekolah menengah dasar hinggas selesai jenjang pendidikan akademisnya, semua lulus dengan nilai yang sempurna. Direktur lalu bertanya kepadanya, "Apakah selama anda kuliah Anda pernah mendapatkan beasiswa?" "Tidak Pernah sama sekali," jawabnya. "Apakah selama ini yang yang membayar uang kuliahmu sendiri?" lanjut direktur dalam pertanyaannya. Pemuda itu lalu menjawab,"Ayahku telah meninggal sejak saya masih berusia setahun. Ibu saya yang telah membiayai sekolah serta kuliah saya hingga saya lulus."

"Ibumu bekerja dimana?" tanya direktur itu kemudian.

"Ibu saya bekerja sebagai tukang cuci," jawab pemuda itu.

Kemudian direktur meminta agar pemuda itu menunjukkan teapak tangannya dan ternyata kedua telapak tangan pemud itu sangat lembut dan halus. Lalu direktur bertany kepadanya, Apakah Anda pernah membantu ibumu mencuci baju-baju?"

"Tidak pernah sama sekali. Ibu saya selalu menyuruh agar saya belajar dengan rajin. Di samping itu, beliau biasa mencuci dengan cepat dan saya tidak bisa melakukan seperti itu," jawab si pemuda. Direktur itu pun kemudian berkata kepadanya, "Saya ada satu permintaan sederhana padamu. Nanti kalau kamu sudah pulang ke rumah, saya minta kamu mencuci kedua tangan ibumu, kemudian besok kamu datang lagi kemari." Saat itu, si pemuda itu merasa bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan semakin dekat.

Ketika dia pulang kerumah, dia pun seger meminta ibunya agar dia diizinkan mencuci kedua telapak tangannya, dengan harapan akan mendapatkan pekerajaan yang dia inginkan. Ibunya merasa bahagia dengan berita dari putrannya yang menggembirakan itu. Namun di sisi lain beliau merasa heran dengan permintaan putrannya itu. Walaupun demikian, ibu itu pun menyerahkan kedua tangannya kepada putrannya untuk di cuci. Pemuda itu pun mulai membasuh kedua tangan ibunya dengan perlahan. Pada saat mencucinya air mana pemuda itu bercucuran ketika melihat kedua telapak tangan ibunnya.

Ini adalah pertama kalinnya dia memperhatikan betapa kasar kedua telapak tangan ibunnya. Dia lihat kulitnya pun agak kemerahan, sehingga bila terkena air beliau merasa perih. Ini adalah kali pertama pemuda itu merasa terharu. Kedua tangan itu setiap hari mencuci banyak baju demi membiayai uang sekolah serta kuliahnnya. Memar kemerahan yang ada di tangan ibunnya merupakan harga yang beliau bayar demi masa depan putranya.

setelah pemuda itu mencuci kedua telapak tangan ibunnya, dia pun berdiri, lalu melanjutkan mencuci baju serta pakaian yang masih belum tercuci. Di malam harinya, pemuda itu pun berbincang panjang lebar dengan ibunya dalam suasana yang cukup hangat.

Di pagi harinnya, si pemuda bergegas menuju ke perusahaanyang dilamarnya seraya bercucuran air mata. "Apakah Anda berkenan bercerita pada saya, apa yang telah Anda lakukan dan apa yang telah Anda dapatkan dari ibu Anda tadi malam?" tanya pak direktur. Pemuda itu pun menjawab, "Saya telah mencuci tangan beliau dan saya pun membantunya mencuci baju serta pakaian lain."

Kemuan pak direktur meminta padanya agar mengatakan apa yang telah dirasakan saat ini dengan jujur. Dia lalu menjawab, "Pertama, saya tahu arti ketulusan dalam bersikap. Andaikan tak ada ibu dengan segala pengorbanannya, niscaya mungkin saya tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Kedua, ketika saya melakuan apa yang biasa beliau lakukan, saya menjadi paham arti kerja keras dan bersungguh-sungguh. Ketiga, saya paham arti sebuah keluarga yang sangat penting dalam kehidupan saya."

Saat itu, bapak direktur bertutur kepadanya, "Inilah yang selama ini saya cari. Seseorang yang akan menduduki jabatan kepala bagian dan dia paham serta bisa menghargai kerja orang lain. Uang baginya bukan tujuan utama ketia melakukan suatu pekerjaan. Selamat, Anda searang diterima bekerja di tempat kami."

Singkat cerita, pemuda itu pun bekerja dengan penuh dedikasi serta semangat tinggi dan selau menghargai teman-temannya sesama pegawai. Selurur pegawai bekerja dengan sinergis laksana sebuah tim kuat dan perusahaan itu pun berkembang pesat.

Tatkala Anda mendapatan pekerjaan, menerima gaji, melihat diri Anda berhasil seperti sekarang ini, maka ingatlah selalu orang-orang yang telah melakukan banyak hal untuk diri Anda, baik keluarga Anda, teman-teman dekat, guru-guru atau siapa pun. Dan perbanyaklah bersyukur kepada Allah.