jamur-indah.jpg

Kembali lagi dengan membawa sebuah cerita dan kisah yang insya Allah dapat memotivasi serta menginsfirasi Anda para pembaca setia blog kami,

Ada seorang wanita cantik semampai. dia adalah seorang guru di salah satu sekolah. beberapa rekan kerjanya bertanya, "Kenapa enkau tidak menikah, padahal engkau cantik jelita?"

Kemdian dia bercerita, "Ada seorang wanita dengan lima orang putri. lalu si suami mengancam istrinya. bila anak yang terlahir berikutnya putri, maka ia akan dibuang. dan benar, beberapa waktu kemudian, terlahjrlah seorang putri. Si suami lalumalatakan bayi itu di pintu masjid, setelah waktu isya. namun, setelah pajar di cek, ternyata bayi itu masih ada di tempat semula. bayi itupun lalu di bawa kembali ke rumah . hal itu di lakukan berkali-kali. sedangkan istrinya selalu membaca alquran dan berdoa memohon agar bayinya selamat . akhirnya, suami itupunbosan dengan apa yang dilakukannya dan si istri cukup senang dengan hal itu. bebrapa waktu kemudian si istri hamil lagi. diapun mulai takut dan khawatir . namun, untuk kali ini yang terlahir adalah seorang putrra. namun, tidak berselang lama, putri tertuanya meningal. kemudian, si ibu hamil lagi, akan tetapi putri keduanya meninggal. begitu seterusnya terjadi berturut-turut, hingga akhirnya ibu itu melahhirkan lima orang putra , sementara lima putrinya dari pertama hingga kelima meninggal! Tinggal putri ke enam, yang sempat hendak di buang karena tidak dikehendaki oleh ayahnya . Hingga akhirnya si ibu meninggal juga dan kelima putranyapun menjadi dewasa , begitu juga putri satu satunya tersebut."

Ibu guru itupun lalu berkata dengan kalimat retoris," tahukah engkau siapa putri satu satunya, yang dulu ayahnya ingin membuangnya karena tidak meghendaki kehadirannya itu ? Putri itu adalah saya. Hingga sekarang , saya belum menikah sebab ayahku tidak ada yang merawat , sedangkan dia sudah tua renta. Hanya sayalah yang selalu membantu dan menuntunnya sedangkan kelima saudaraku terkadang saja datang berkunjung . Ada yang sebulan sekali, ada yang dua bulan sekali. Adapun ayah saya, dia selalu menangis dan menyesali apa yang dulu telah dilakukannya terhadap diri saya, saat saya masih bayi."

Tag: Cerita motivasi, Inspirasi, Hikmah, Teladan.