asma-alloh.jpg

Seorang fakir miskin melewati jalan2 dikotanya. Disepanjang jalan, dia melihat orang- orang makan daging. Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai. Dia bilang kepada istrinya : "bagaimana hidup kita ini, orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai".

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit- kulit kedelai yg tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam: "Segala puji bagi Allah SWT yg telah memberiku rezeki tanpa aku harus bersusah payah mengeluarkan banyak tenaga".

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam: "Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."

Rejeki itu yg penting mengalir,, besar atau kecil, yg penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir, kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..

Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu mengingatkan : "Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yg masuk ke perutnya, maka nilai orang itu tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya.

# Kisah Kesuksesan Bobsadino, Bangkit Dari Keterpurukan

# Kisah Rasulullah dan Jeruk Limau dari Wanita Kafir

# Kisah teladan Sahabat Ali Ra